Pencairan Bansos PKH Lansia menjadi salah satu momen yang paling ditunggu oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia tahun ini. Pemerintah melalui Kementerian Sosial terus berupaya memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran bagi warga lanjut usia.
Masih banyak keluarga yang bingung mengenai mekanisme terbaru dan apakah orang tua mereka masuk dalam kriteria penerima tahun 2026. Kesimpangsiuran informasi di media sosial sering kali membuat kita ragu untuk melangkah ke kantor desa atau bank penyalur.
Berdasarkan data pemutakhiran DTKS dan sistem SIKS-NG terbaru, validasi penerima kini dilakukan lebih ketat dengan sinkronisasi NIK Dukcapil secara real-time. Kami telah menganalisis pola penyaluran dari tahun sebelumnya untuk memberikan gambaran paling akurat bagi kalian.
Informasi ini akan membantu kamu memastikan hak orang tua atau kerabat lansia tidak hangus begitu saja. Dengan memahami alurnya, kita bisa segera mengurus berkas yang kurang sebelum periode pencairan tahap pertama ditutup.
Jadwal Pencairan PKH Lansia 2026
Jadwal pencairan Bansos PKH Lansia 2026 dibagi menjadi empat tahap utama yaitu Tahap 1 (Januari–Maret), Tahap 2 (April–Juni), Tahap 3 (Juli–September), dan Tahap 4 (Oktober–Desember). Penyaluran dana dilakukan secara bertahap melalui kartu KKS Merah Putih di ATM Bank Himbara atau melalui PT Pos Indonesia untuk wilayah 3T.
| Tahap Penyaluran | Periode Bulan | Estimasi Waktu Cair |
| Tahap 1 | Januari, Februari, Maret | Minggu ke-2 Februari – Akhir Maret |
| Tahap 2 | April, Mei, Juni | Awal April (Jelang Lebaran) |
| Tahap 3 | Juli, Agustus, September | Pertengahan Juli – Agustus |
| Tahap 4 | Oktober, November, Desember | Awal Oktober – Desember |
Penting untuk dicatat bahwa tanggal pasti pencairan bisa berbeda di setiap daerah. Faktor kesiapan data bayar dari Kemensos ke pihak bank penyalur (SP2D) sangat menentukan kecepatan dana masuk ke rekening.
Biasanya, pencairan lewat Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) lebih cepat dibandingkan lewat Pos. Kalian disarankan untuk mengecek status secara berkala di akhir bulan penyaluran.
Syarat Penerima PKH Lansia Terbaru
Syarat mutlak penerima Bansos PKH Lansia adalah Warga Negara Indonesia berusia minimal 70 tahun yang tercatat dalam Kartu Keluarga (KK) dan terdaftar aktif di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Lansia tersebut juga tidak boleh berstatus sebagai pensiunan ASN, TNI, Polri, atau mendapatkan tunjangan rutin dari dana pensiun BUMN/BUMD.
Banyak pertanyaan muncul mengenai batas usia lansia yang berhak menerima bantuan ini. Sesuai peraturan Kementerian Sosial yang berlaku saat ini, prioritas komponen kesehatan lansia dalam PKH adalah mereka yang berumur 70 tahun ke atas.
Namun, dalam beberapa kasus khusus atau program bantuan daerah (seperti PKH Plus di beberapa provinsi), lansia usia 60 tahun ke atas bisa mendapatkan prioritas jika masuk kategori lansia tunggal atau sakit menahun. Pastikan data kependudukan (KTP dan KK) sudah padan dan online di Dukcapil agar tidak tercoret oleh sistem.
Selain usia, kondisi ekonomi keluarga juga menjadi penentu utama. Komponen lansia ini harus berada dalam satu Kartu Keluarga dengan pengurus PKH yang tergolong keluarga miskin atau rentan miskin.
Besaran Nominal Bantuan PKH Lansia
Nominal bantuan Bansos PKH Lansia yang diterima adalah Rp600.000 untuk setiap tahap pencairan atau total Rp2.400.000 per tahun untuk satu jiwa. Bantuan ini disalurkan penuh tanpa potongan biaya administrasi apapun dari pihak bank maupun pendamping sosial.
Angka ini dirancang untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar lansia. Dana tersebut diharapkan bisa dipakai untuk membeli makanan bergizi, pemeriksaan kesehatan, atau kebutuhan harian lainnya.
Dalam satu Kartu Keluarga (KK), maksimal hanya 4 orang yang bisa ditanggung dalam perhitungan bantuan PKH. Jika dalam satu keluarga terdapat dua lansia yang memenuhi syarat, keduanya bisa dihitung sebagai komponen penerima asalkan batas maksimal anggota keluarga belum terlampaui.
Ingatlah untuk mengambil dana tersebut segera setelah saldo masuk. Dana yang mengendap terlalu lama di rekening KKS dan tidak ada transaksi bisa dianggap sebagai rekening pasif dan dananya dikembalikan ke kas negara.
Cara Cek Penerima Bansos PKH Lansia Lewat HP
Pengecekan status penerima Bansos PKH Lansia dilakukan secara online melalui laman resmi cekbansos.kemensos.go.id dengan memasukkan data wilayah dan nama lengkap sesuai KTP. Sistem akan mencari kecocokan nama dan usia penerima manfaat dengan database DTKS Kemensos secara otomatis.
Berikut adalah langkah-langkah praktis untuk mengecek status bantuan:
- Buka browser di HP kamu (Chrome atau Safari) dan masuk ke situs cekbansos.kemensos.go.id.
- Pilih Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan sesuai dengan domisili di KTP.
- Ketik nama lengkap penerima manfaat (Lansia) sesuai KTP tanpa singkatan.
- Masukkan 4 huruf kode captcha yang tertera di kotak kode untuk verifikasi keamanan.
- Klik tombol “CARI DATA” dan tunggu sistem memproses permintaan kalian.
- Lihat hasil pencarian, perhatikan kolom “PKH” apakah statusnya “YA”, “Pengurus”, atau “Anggota Rumah Tangga”.
- Periksa juga kolom “Periode” untuk memastikan bantuan yang cair adalah untuk tahap tahun 2026.
Jika nama muncul namun status periodenya masih strip (-) atau periode lama, berarti data bayar terbaru belum turun. Lakukan pengecekan ulang secara berkala seminggu sekali.
Penyebab Bansos PKH Lansia Tidak Cair
Bantuan PKH Lansia tidak cair biasanya disebabkan oleh ketidaksinkronan data antara DTKS dan Dukcapil, penerima meninggal dunia, atau yang bersangkutan terdeteksi memiliki pendapatan di atas UMP oleh sistem. Selain itu, status “Sudah Mampu” yang di-update oleh pemerintah daerah melalui musyawarah desa juga bisa menghentikan bantuan secara permanen.
Masalah data anomali menjadi momok utama dalam penyaluran bantuan sosial. Misalnya, ada perbedaan satu huruf pada nama di KTP dan buku tabungan bisa menyebabkan gagal transfer (gagal burekol).
Selain itu, jika dalam satu KK ada anggota keluarga yang baru saja lolos menjadi pegawai BUMN atau ASN, sistem akan membacanya. Hal ini otomatis membatalkan kelayakan penerima bantuan sosial lainnya dalam KK tersebut.
Kalian wajib melapor ke operator SIKS-NG di desa atau kelurahan jika merasa masih layak namun bantuan terhenti. Perbaikan data anomali membutuhkan waktu dan proses pengesahan ulang dari dinas sosial setempat.
Aturan Penggunaan Dana Bansos untuk Lansia
Dana Bansos PKH Lansia wajib digunakan untuk kebutuhan prioritas seperti pembelian sembako bernutrisi, biaya berobat jalan, dan perlengkapan kesehatan lansia. Kementerian Sosial melarang keras penggunaan dana bantuan untuk membeli rokok, minuman keras, pulsa, atau membayar cicilan pinjaman online.
Pendamping PKH akan melakukan pertemuan kelompok (P2K2) untuk mengedukasi KPM. Dalam pertemuan ini, ditekankan pentingnya pengelolaan keuangan bantuan agar tepat guna.
Kesehatan lansia menjadi fokus utama pemerintah dalam program ini. Oleh karena itu, belanjakan uang tersebut untuk membeli susu lansia, vitamin, buah-buahan, atau protein hewani yang mudah dicerna.
Jika ditemukan penyalahgunaan dana, sanksi tegas berupa penangguhan bantuan bisa diberikan. Kita harus bijak dan bertanggung jawab dalam mengelola amanah negara ini demi kesejahteraan orang tua.
Cara Mengusulkan Lansia Masuk DTKS
Proses pengusulan lansia masuk DTKS dapat dilakukan melalui fitur “Usul Sanggah” di Aplikasi Cek Bansos atau melalui Musyawarah Desa/Kelurahan setempat dengan membawa KTP dan KK. Usulan ini akan diverifikasi oleh dinas sosial sebelum disahkan oleh Kementerian Sosial sebagai penerima bantuan aktif.
Bagi kalian yang memiliki tetangga atau kerabat lansia miskin yang belum dapat bantuan, bisa membantu mendaftarkannya. Cara paling efektif adalah melalui jalur offline di kantor desa.
- Siapkan fotokopi KTP dan KK lansia yang bersangkutan.
- Bawa foto kondisi rumah (tampak depan, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi).
- Datangi kantor Desa/Kelurahan dan temui operator SIKS-NG atau Kepala Seksi Kesejahteraan.
- Minta untuk dimasukkan ke dalam daftar usulan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial).
- Ikuti proses verifikasi lapangan yang mungkin dilakukan oleh petugas dinsos.
Jalur online lewat Aplikasi Cek Bansos di PlayStore juga bisa dicoba. Namun, pastikan akun kamu sudah terverifikasi dengan swafoto KTP sebelum menggunakan fitur “Tambah Usulan”.
FAQ: Pertanyaan Seputar Bansos PKH Lansia
Berikut adalah jawaban singkat untuk pertanyaan yang sering diajukan terkait pencairan bantuan lansia.
Apakah lansia usia 60 tahun dapat PKH?
Secara aturan nasional Kemensos, prioritas komponen PKH Lansia adalah 70 tahun ke atas, namun usia 60+ bisa masuk DTKS untuk jenis bantuan lain seperti BPNT atau permakanan.
Berapa uang yang diterima lansia dari PKH?
Lansia penerima PKH mendapatkan uang tunai sebesar Rp600.000 per tahap (3 bulan sekali) atau total Rp2.400.000 dalam satu tahun anggaran.
Kenapa Bansos PKH Lansia saya saldo nol?
Saldo nol bisa terjadi karena SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) belum turun ke bank, atau data penerima sedang dalam proses verifikasi ulang akibat anomali data.
Bagaimana jika lansia penerima PKH meninggal dunia?
Jika penerima meninggal, bantuan akan otomatis dihentikan pada tahap berikutnya, namun ahli waris dalam satu KK bisa melapor untuk update KK agar bantuan komponen lain tidak terganggu.
Bisakah PKH Lansia diambilkan oleh anak?
Bisa, asalkan anak tersebut namanya tercantum dalam satu KK dan membawa dokumen asli (KTP Lansia, KTP Pengambil, KK, dan KKS) serta surat kuasa jika diperlukan oleh agen bank.
Apakah Bansos Lansia bisa daftar online?
Pendaftaran usulan bisa dilakukan online lewat Aplikasi Cek Bansos menu “Daftar Usulan”, namun penetapan penerima tetap melalui validasi sistem Kemensos pusat.
Apa bedanya PKH Lansia dan Bantuan Permakanan?
PKH Lansia berupa uang tunai lewat KKS, sedangkan Bantuan Permakanan Lansia berupa makanan jadi yang diantar setiap hari untuk lansia tunggal (sebatang kara).
Tanggal berapa PKH Lansia cair bulan ini?
Tidak ada tanggal serentak nasional, pencairan biasanya dimulai antara tanggal 1 hingga 20 pada bulan-bulan periode penyaluran (Januari, April, Juli, Oktober).
Transformasi Digital Bantuan Sosial
Ke depan, integrasi data antara DTKS, Regsosek, dan data biometrik kependudukan akan semakin canggih dan minim celah kecurangan. Kita akan melihat sistem penyaluran yang lebih personal, di mana kebutuhan spesifik lansia (seperti kebutuhan medis) mungkin akan terintegrasi langsung dengan saldo bantuan.
Kesiapan kita dalam memantau data kependudukan orang tua menjadi kunci utama agar bantuan tetap mengalir lancar. Pastikan dokumen administrasi selalu rapi dan update agar hak lansia terlindungi dengan baik di masa digital ini.